cara bagaimana mengatasi pasangan yang keras kepala

Cara bagaimana menghadapi pasangan yang keras kepala

Cara bagaimana menghadapi pasangan yang keras kepala,  Sama sama tak mau mengalah atau pasangan anda keras kepala? Menjadikan pertengkaran pertengkaran hebat dalam mendiskusikan suatu masalah pasti. Tak cukup hanya dengan kesabaran yang ekstra dalam menghadapi si ” kepala batu”  ini, perlu trik dan cara khusus untuk menyikapi agar pasangan anda lumer dan mau berkompromi dengan anda.
Mempunyai pasangan yang keras kepala terkadang membuat kita jengkel atau emosi, terlebih apabila hal yang diperdebatkan sebenarnya merupakan hal sepele. Hal kecil yang seharusnya tidak pantas untuk diperdebatkan malah menjadi masalah yang cukup besar, dikarenakan sifat keras kepalanya tersebut.
Untuk menghadapi sifat pasangan yang seperti itu dibutuhkan kesabaran yang ekstra jangan sampai anda terbawa emosi pada saat anda berdebat dengan si dia, hal ini perlu dilakukan agar kelangsungan hubungan anda tidak terganggu. .Bila suami dan istri sama-sama keras kepala, tentunya tidak mudah melakukan komunikasi yang efektif dan santai. Setiap kali membicarakan sesuatu, ada saja pihak yang tersinggung dan merasa direndahkan sehingga akhirnya berujung pada pertengkaran yang semakin menimbulkan sakit hati. Jadi bila Anda menginginkan komunikasi yang lebih baik, kadar keras kepala masing-masing harus diturunkan. Cobalah untuk melihat perbedaan pendapat sebagai sesuatu yang wajar, bukan dengan penilaian salah dan benar.

 

Berikut ini beberapa cara untuk menyiasati pasangan yang mempunyai sifat keras kepala seperti yang dilansir oleh perempuan.com

 

1.Berusaha berbicara jujur kepadanya tentang apa yang kamu inginkan darinya, berbicara jujur lebih baik dari pada anda hanya memendam dalam hati saja.Jika anda tetap diam bagaimana dia akan sadar tentang keinginan anda untuk merubah sifat keras kepalanya tersebut.

 

2.Adakan Komunikasi dengan mengungkapkan isi hati masing-masing, cari waktu yang tepat untuk melakukan hal ini agar terjadi komunikasi yang efektif, hal ini dilakukan untuk mencari tahu seperti apa sebenarnya pasangan kita, dan apa yang sebenarnya dia inginkan dari diri kita.

 

3.Cobalah untuk mengalah, pada saat si dia tidak bisa mengerti dirimu cobalah untuk mengalah, jika keadaanya sudah membaik coba bicarakan secara halus kalau kamu sebenarnya tidak suka dengan apa yang dia inginkan.

 

4.Tanya padanya apa yang sebenarnya dia inginkan darimu, jika dia sudah memberikan jawaban coba kamu pikirkan sejenak apakah kamu bisa melakukanya. Jika tidak bilang saja baik-baik denganya tetapi jangan sampai terpancing emosi.

 

Disamping itu, agar diskusi Anda berdua tidak selalu berakhir dengan pertengkaran, beberapa tips  dari mari-bicara.com ini bisa dicoba:

 

a.    Bila ingin membicarakan sesuatu, cari waktu saat kedua belah pihak sedang dalam kondisi cukup baik dan ada waktu yang cukup untuk berkomunikasi (minimal 15 menit tanpa ada interupsi). Hindari memilih topik yang sensitif, yang selama ini menjadi langganan pertengkaran hebat Anda berdua.

 

b.    Mulai berbicara dengan nada rendah, mengungkapkan topik yang ingin dibicarakan secara singkat dan jelas. Jangan memulai diskusi dengan keluhan panjang lebar apalagi menyalahkan pasangan.

 

c.    Bila pembicaraan mulai “memanas”, hentikan dulu untuk beberapa saat. Masing-masing sebaiknya menenangkan diri dengan makan snack ringan, membasuh muka, berjalan ke luar rumah.

 

d.    Lanjutkan kembali diskusi dengan lebih tenang. Bila sesudah beberapa lama tidak juga tercapai penyelesaian masalah, hentikan pembicaraan dengan saling menerima bahwa ada perbedaan diantara Anda berdua. Jadi sepakatlah untuk tidak memaksakan kehendak.

 

e.    Tutup pembicaraan dengan kata-kata positif. Misalnya, “Aku lebih lega sesudah bisa bicara” atau “Terima kasih ya atas bantuannya”.
Tujuan utama diskusi ini bukan untuk bisa mencari penyelesaikan masalah atau mengambil keputusan dalam satu kali pertemuan. Target awalnya sederhana, yaitu untuk berlatih membicarakan suatu topik dengan cara yang lebih baik. Nantinya diharapkan Anda berdua akan lebih baik lagi dalam pemecahan masalah. Tetapi bila ternyata usaha memperbaiki komunikasi yang Anda dan pasangan lakukan tidak juga kelihatan hasilnya, lebih baik Anda meminta bantuan psikolog.